Gerakan Ekonomi & Budaya Minang

Event: Seminar Pariwisata Gebu Minang

Seminar Pariwisata Gebu Minang
Mar
18

Seminar Pariwisata Gebu Minang

LATAR BELAKANG

Presiden Joko Widodo mencanangkan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor prioritas untuk dikembangkan. Pemerintah mentargetkan pada akhir tahun 2019 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia Mencapai 20 juta orang. Sementara berdasarkan data tahun 2014  jumlah kunjungan wisman baru mencapai sekitar 9 Juta orang. Dari peningkatan kunjungan wisman ini diharapkan pada tahun 2019 kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB) meningkat menjadi 15 % dari tahun 2014 yaitu sebesar 9 %, perolehan devisa sebesar Rp.240 triliun, membuka kesempatan kerja sebanyak 11 juta orang. Disamping itu juga ditargetkan jumlah wiasatawan nusantara  akan meningkat sebesar 275 juta orang.

Target pemerintah tersebut tentu berdasarkan data dari UN World Tourism Organization (UN – WTO) yang mencatat bahwa jumlah wisatawan mancanegara yang melakukan perjalanan pada tahun 2012 sudah mencapai 1,035 miliar orang atau tumbuh sebesar 4 persen dari tahun sebelumnya. Khusus untuk kawasan Asia Tenggara pertumbuhannya mencapai 9 %.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah RI N0. 50 tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional tahun 2010 – 2025, maka Kementrian Pariwisata memiliki VISI yaitu untuk mewujudkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia dengan menggerakkan kepariwisataan dan dengan empat MISI utama yaitu 1). Mengembangkan kepariwisataan berkelas dunia, berdaya saing dan berkelanjutan serta mampu mendorong pembangunan daerah. 2). Mengembangkan ekonomi kreatif  yang dapat menciptakan nilai tambah, mengembangkan potensi seni dan budaya, serta mendorong pembangunan daerah. 3). Mengembangkan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif secara berkualitas dan 4). Menciptakan tata pemerintahan yang responsif, transparan dan akuntabel.

Sesuai dengan target pemerintah serta mengacu kepada Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional, maka sudah seharusnya Sumatera Bara serius untuk mengembangkan keriwisataan secara terpadu dan melibatkan semua stake holder. Sumatera Barat sudah terkenal mempunyai wisata alam yang mempesona, mimiliki pantai yang sangat indah dan panjang, panorama pegunungan yang indah, banyak terdapat situs – situs bersejarah, aneka kuliner yang lezat serta potensi lainnya. Harus kita sadari bersama bahwa pariwisata akan meningkat perekonomian dan kesejahteraan.

Namun untuk pengembangannya terdapat kendala bahwa dimasayarakat terbentuk opini bahwa pariwisata identik dengan kemaksiatan yang sangat bertentangan dengan norma agama dan adai istiadat. Untuk itu GEBU MINANG mempunyai inisiatif untuk semua stake holde merumuskan secara bersama bagaimana pengembangan pariwisata di Sumatera Barat yang halal atau berbasis syariah yang tidak bertentangan dengan ABS – SBK dalam bentuk sebuah seminar.

TEMA

“PENGEMBANGAN PARIWISATA SUMATERA BARAT BERBASIS SYARIAH SUATU PELUANG & TANTANGAN”

 TUJUAN

Tujuan diselenggarakannya seminar ini adalah untuk mengembangkan pariwisata dan memajukan pariwisata Sumatera Barat untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat yang tidak bertentangan dengan filosofi Adat  Basandi Syarak – Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

PENERIMA MANFAAT

Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah stakeholders yang bergerak di bidang pariwisata, pemerintah dan masyarakat Sumatera Barat.