Gerakan Ekonomi & Budaya Minang

Event: Seminar Hukum, Agama & Adat

Seminar Hukum, Agama & Adat
Dec
19

Seminar Hukum, Agama & Adat

KEGIATAN SEMINAR AGAMA & ADAT MINANGKABAU

DAN SEMINAR HUKUM & ADVOKASI

DENGAN TEMA UTAMA

“ KA MUDIAK SAANTAK GALAH, KA HILIE SARANGKUAH DAYUANG”

Menata Minangkabau Dari Perspektif ABS-SBK

 PENDAHULUAN

Minangkabau dengan karakter dan ciri khas masyarakatnya yang egaliter dengan falsafah “ Tagak Samo Tinggi, Duduak Samo Randah, Saciok Bak Ayam Sadanciang Bak Basi, Bulek Aie Dek Pambuluah, Bulek Kato Jo Mufakaik. Artinya masyarakat Minangkabau sangat menjunjung tinggi arti demokrasi dengan mengutamakan musyawarah untuk mufakat. Namun musyarawah untuk mufakat tersebut untuk komunitas yang terbatas.

Dalam pembangunan sistem hukum nasional, keberadaan hukum adat tentu harus diperhitungkan, karena keberadaannya sangat berpengaruh dalam tatanan kehidupan bermasyarakat dinegeri kita. Sangatlah disayangkan jika hukum adat pupus dinegerinya sendiri ditelan oleh hukum nasional yang banyak mengadopsi dan dipengaruhi oleh hukum Negara lain yang didominasi oleh hukum Amerika & Eropa, sehingga : Jalan Diasak Urang Lalu, Tapian Barubah Dek Aie Gadang.

Seyogyanya masalah-masalah dan sengketa-sengketa yang timbul dalam masyarakat diselesaikan oleh hukum dan peradilan adat sebelum dilanjutkan ke peradilan umum. Mungkin salah satu alternatif penyelesaian sengketa/Alternative Dispute Resolusion (ADR). Disatu sisi tentu akan membantu meringankan beban peradilan yang ada, disisi lain juga memberikan ruang kepada lembaga adat untuk eksis ditengah masyarakatnya.

Oleh karena itulah Gebu Minang, dengan dukungan dari Pemprov DKI Jakarta menyelenggarakan 2 (dua) seminar tentang hukum dan adat Minangkabau.

Bertitik tolak dari pokok pikiran diatas, serta perlunya eksistensi peradilan adat sebagai salah satu alternative penyelesaikan sengketa sesuai dengan nilai-nilai adat yang berdasarkan ABS-SBK, maka diadakanlah seminar ini sebagai pemikiran dalam menata Lembaga Adat Minangkabau untuk memenuhi kebutuhan hukum masyarakat.

TEMA

Tema Dua Seminar Yang Diselenggarakan ini adalah:

Ka Mudiak Saantak Galah, Ka Hilie Sarangkuah Dayuang” ~  Menata Minangkabau Dari Perspektif ABS-SBK

TUJUAN

Adapun dengan diselenggarakannya seminar ini dengan tema tersebut di atas, bertujuan:

  1. Memahami hukum adat sebagai alternative penyelesaian sengketa.
  2. Mengkaji eksistensi hukum adat dalam tata peradilan nasional.

KEGIATAN

Seminar Hukum dan Adat Minangkabau, acara ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 Desember 2015 bertempat di Gd. PP Muhammadiyah Jl. Menteng Raya No.62. Jakarta Pusat.